Bunda Sayang Batch #3, Dunia Umma

Minta Tolong (Day 10/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Bang!  Umma minta tolong boleh?  Kata-kata itu yang saya jadikan jurus andalan setelah mengikuti materi Komunikasi produktif Kelas Bunda Sayang,  beda dengan sebelumnya yang langsung memerintah meski di awali dengan kata "tolong" ,  karena bagi saya beda,  kata "tolong jagain adik",  "tolong ambilkan...",  "tolong..." masih terkesan memerintah namun sopan,  tapi pertanyaan "boleh minta tolong"  lebih… Continue reading Minta Tolong (Day 10/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Iklan
Bunda Sayang Batch #3, Dunia Umma

Mengajak Abang ke Pasar (Day 09/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Hidup bukan seperti belanja di Mall, tinggal bawa keranjang dorong, ambil barang sesuka hati, lalu bayar dikasir tanpa perhitungan. Mengajak duo elSaif menikmati pasar yang pengap, berdesak-desak, becek dan ramai bukanlah hal yang mudah, tapi ini bagian dari sekolah kehidupan, mereka akan melihat bagaimana transaksi jual beli yang sesungguhnya, tawar menawar antara Umma dengan penjual… Continue reading Mengajak Abang ke Pasar (Day 09/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Bunda Sayang Batch #3

Out Of The Box (Day 8/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Perlu buat saya untuk keluar dari penjara pikiran sendiri, penjara kekhawatiran, penjara ketakutan dan segala hal kegundahan yang ternyata hanya membuat saya malah diam tidak melakukan apa-apa. Ketika Bangda Ali tumbuh dilingkungan lembaga pendidikan formal malah tidak membuatnya tertarik menjadi bagian didalamnya, Ali mungkin berbeda karena jenuh dengan hal yang biasa, dengan hal rutinitas dan… Continue reading Out Of The Box (Day 8/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Bunda Sayang Batch #3

ME TIME dan RUMAH KAPAL PECAH (Day 7/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Umma: Bang boleh bantuin Umma? Abang: Bantu apa Ma? Umma: Jagain Adek, ajak nonton boleh, kan sekarang jadwal Abang boleh nonton Karena kegiatan menonton kartun kesukaaanya di youtube adalah hal menyenangkan buat Abang, tawaran Umma langsung di iyain..hehe Abang: Boleh Ma Akhirnya berhasil juga membuat dua Panglima anteng seantengnyašŸ˜˜, saatnya merapikan rumah kapal pecah akibat… Continue reading ME TIME dan RUMAH KAPAL PECAH (Day 7/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Bunda Sayang Batch #3, Dunia Umma

Abang itu Pahlawan Umma (Day 6/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Melibatkan Abang Ali dalam setiap urusan Adik Khaled ternyata meminimalisir kecemburuannya, seperti minta tolong diambilkan barang kebutuhan Adik, jagain Adik, nyuapin makan, ampai bacain cerita untuk Adik, dengan begitu Abang Ali tetap merasa diperhatikan, di utamakan, dibutuhkan dls. Umma: Abang itu pahlawan Umma Abang: ia Ma? Umma: Coba kalau ga ada Abang, siapa yang mau… Continue reading Abang itu Pahlawan Umma (Day 6/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Bunda Sayang Batch #3

Kejujuran Bangda Ali 2 (Day 4/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Tiba-tiba saya ingin ngobrol sama Ali dengan pertanyaan yang sering bikin saya gelisah: Umma: Sini nak, Umma mau nanya Ali: Nanya Apa ma? Umma: Apakah Ali merasa tidak diperhatikan sama Umma karena ada Adek Ali: gak, Umma perhatian kok Umma: Apakah Ali merasa jadi anak tiri karena Umma lebih fokus sama Adek? Ali: gak Ma,… Continue reading Kejujuran Bangda Ali 2 (Day 4/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Bunda Sayang Batch #3

Markas Ali (Day 5/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi Abang tak kunjung pulang, pukul 5 sore itu adalah batas dia harus sudah ada dirumah ketika main disekitar rumah. Adzan maghrib sudah berkumandang, tiba-tiba Abang Ali muncul dari balik pintu, jam segitu adalah jam dimana semua anggota rumah sudah mandi, sudah makan, dan bersiap untuk sholat maghrib, bahkan… Continue reading Markas Ali (Day 5/10 Komunikasi Produktif Bunda Sayang)